Postingan

  Hai apa kabar kamu?  aku hanya bisa menyapamu disini, karena dalam dunia nyata kamu semu kamu kenapa? cobalah berbagi waktu denganku? Bermacam-macam pertanyaan berkelana dalam fikiranku, dan satupun jawaban tak pernah kutemukan, sebab pertanyaan-pertanyaan ini, tak pernah tersampaikan.
 Jika aku bukan orang prioritasmu sesuai... Kadang menjadi jujur atau menceritakan masalah ke orang itu bukan jalan yang bener. Ga tau mau jelasinnya gimana. Entah, kita tahu dia akan senang atau sebaliknya setelah mendengar scerita kita. 
 Jika siang akan berganti malam Jika hujan akan menjelma reda Lantas dapatkah rindu menjadi tawa? Hawa sejuk terbenam setelah fajar menyapa Kerlip dingin malam tak lagi bersama  Nanti ku kan bertatapan dengan senja ruang dan waktu telah memisahi Jarak dan asa telah melerai jua cinta yang semakin melebihi Diri kembali mengandung rindu sesudah kau meninggalkanku  Aku rindu...aku rindu...aku rindu.. Percuma kata terucap Hanya aku yang mampu mendengar Sebab kau yang jauh disana Bisakah aku berhenti berilusi, yang tak bertepi ini Mengngigaukan dia yang telah pergi Membuat diri menciptakan mimpi-mimpi tak tahan ku seperti ini Menanggung luka sendiri Padahal lalu kau selalu berjanji, tak saling meninggali Kini aku rindu sendiri Kini aku tak berjumpa obat sekali hanya kau obat rindu ini Kau, Dengarkan Aku Jujur, Sebenarnya aku segan merindu Sebab, tiap jilid selalu ada dirimu Aku, sekalipun tak bisa melerai itu   Jujur, semuanya hanya sebuah ilusi semu Sebab, hanya aku yang ...
 Kamu, yang membuatku melupakan luka Kamu, yang menjelma sebagai doa setelah kupinta Kamu, tautan kata yang yang terukir indah meski tak sempat terucap, aku percaya
 Kita menjalaninya berdua Berada dalam ruang yang sama Juga waktu yang ikut bersama Tapi mengapa hanya aku yang merasa Jika hal yang dapat membuat kita kuat, cinta Padahal karenanya kita juga mengandung nestapa Oh ya, aku lupa bukan kita yang mengandung nestapa hanya aku,  Mengapa selalu diakhir kau mengatakan ingin pergi Seolah kau akan meninggali diri ini Dan membuatnya terlukai Tapi kau tak ernah pergi kau tak pernah berniat melukai Katamu pada diri ini Tapi aku yang merasai aku yang tak mau dirimu pergi Tak mau melupakan lagi NAmun, kau selalu berkata, ingin pergi yang membuatku perih tanpa kau sadari
 Katanay cinta, lantas mengapa kau meninggalkan nestapa Pada diri yang hanya memiliki tawa dan raga Padahal kau berjanji menjaga Baik duka mauun suka lantas mengapa? Cinta bersambut nestapa Papakah aku yang salah mencinta? Kau yang kucinta Kau yang paling beharga Dan kau yang membuat sunyumku ada Tapi mengapa kau, tiada Bahkan dengan sengaja Menyisakan nestapa yang tak berujung reda aku capek, aku lelah dan kamu bukan yang mendengarkan palagi merasakan. Jadi jangan berpihak dengan mengatakan bahwa kau benar dan aku sakah. Tanpa meyelesaikan dan pergi meninggalkan. Kau jahat. Harusnya kita selesaian sama-sama. bukan malah lupakan dan perhi meninggalkan. Kau jahat. Sekuat tenaga aku mengandung nestapa. Bukan kare Selamat tinggal kasih. Jangn kembali.na luaka, tapi karena kau. Cinta yang dulu pernah ada. Lalu berakhir dengan Cinta yang tak lagi sama/ Aku tak mau lagi menatap wajah itu. Tangn yang kekar juga raga yang kerap melindungi. pergilah. Crai yang lebih sempurna. Kau memang rak...
 Emang terkadang bego. Mencintai dia yang sama sekali tak mau dicintamu. Memang menyakitkan. Dan ini bukanlah harapan yang diharapkan semua orang, termasuk aku. Mencintai adalah suatu hal yang indah. Suatu hal yang dapat mengubah dunia dari segala sudut pandang. Cinta menjadikan hidup lebih bermakna. MEski masalah selalu menggerai hidup. Namun, adanya cinta semua beda. Tapi, ada tapinya. Semua berlaku hanya untuk mereka yang mencnta dan dicinta sebaliknya. Perasaan yang bersambut dengan gayung.  Kali ini menyakitkna rasanya. Sakit yang terasa seakan tak memiliki obatnya. Perih, tanpa ada goresan yang melukai raga. Hanya sukma yang terluka. Bahkan dipeluk oleh rasa yang sangat mengerikan dan menakutkan, seakan kehilangan. Rindu.  Ya, kau tau rindu bukan. Sungguh berat bila terus menampungnya. Lepaskan saja dia. Rasakan sakitnya sekali saja. Kemudian tinggalkan, lanjutkan hidupmu. Jangan berharap dengan hal yang sama sekali akan meyakkti tanpa melukai.